EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Gula Tebu Krayan"

Ibu-ibu PKK tergabung dalam kelompok tani di Long Umung memproduksi gula tebu secara sederhana. Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanis minuman dan juga campuran untuk membuat kue.

“Kerbau Berkubang"

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Krayan, kegunaannya yang sangat beragam mulai dari pengangkut kayu bakar dari hutan, transportasi, sebagai bahan pangan sampai pelengkap kegiatan seremonial adat maupun keagamaan.

“Sumber Daya alam Long Umung"

Long Umung kaya akan keragaman hayati, udara bersih dan segar serta tanah yang subur, sungai mengalir melintasi desa, dikelilingi pengunungan / bukit, air terjun dan sumbermata air bersih dan hutan. Produk khas dari desa ini adalah garam gunung, obat herbal dan padi adan yang di sukai oleh negara tetangga.

“Perkebunan Nanas"

Long Umung salah satu Lumbung Pangan di Krayan dikenal sebagai penghasil sayur dan buah-buahan lokal untuk kebutuhan sendiri dan dijual keluar desa. Long Umung memiliki tanah yang subur dan mudah ditanami sayur sayuran serta buah buahan lokal seperti perkebunan nanas, tebu, pisang dan manggis.

“Lokasi Long Umung"

adalah salah satu kawasan di Kec. Krayan Timur, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Daerah ini terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia. Disebut Lokasi Lung Umung karena  terdapat 7 desa lainnya bersama desa Long Umung yang merupakan desa berkembang.

Koral dan Pidada jadi maskot Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021

7 Desember 2021, SDN 010 Kecamatan Bongan, Kutai Barat 

“Keanekaragaman Puspa dan Satwa: Aset Dasar Pemulihan Ekomomi Nasional”

5 November diperingati sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) dan ini merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang menjadi agenda tahunan di Indonesia. Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali diprakarsai oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993 dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentan Puspa dan satwa nasional.

Tujuan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tujuan penetapan tanggal 5 November sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional agar masyarakat dapat meningkatkan kepedulian, perlindungan, dan pelestarian terhadap puspa dan satwa nasional.

Peringatan HCPSN juga memiliki tujuan menumbuhkan dan mengingatkan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan masyarakat. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, HCPSN bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatannya secara berkelanjutan untuk kehidupan manusia. Selain itu, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diharapkan dapat menjadi dorongan untuk membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat pada flora dan fauna. Momen ini akan terus dikampanyekan kepada masyarakat agar masyarakat dapat ikut serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Menurut World Wildlife Fund for Nature (WWF), organisasi nirlaba yang bekerja terkait isu kehidupan alam liar dan isu lingkungan lainnya, HCPSN menjadi momen baik untuk membentuk kecintaan masyarakat terhadap puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari.

Untuk itu dalam rangka Memperingati Hari Cinta Puspa Satwa Nasional 2021 SD Negeri 010 Bongan bersama WWF Indonesia, CSBB dan KOMPAD mengadakan kegiatan Lokakarya Dengan Tema: Optimalisasi Partisipasi Semua Pihak Dalam Menjaga dan Melestarikan Keanekaragaman Hayati di Kab Kutai Barat”. Dalam kegiatan ini di hadiri oleh Bapak Wakil Bupati Kabupaten Kutai Barat serta sejumlah pihak terkait seperti; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, BAPPEDA Kabupaten Kutai Barat, Dinas Sosial dan TAGANA Kabupaten Kutai Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Barat, WWF Indonesia, CSBB, dan KOMPAD, Bankaltimtara Capem Bongan, Unsur Muspika Kecamatan Bongan, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Bongan, Pengawas SD Kecamatan Bongan, Koramil Bongan, Kapolsek Bongan, Perangkat Kampung dan Tokoh Masyarakat Jambuk Makmur, Puskesmas se Kecamatan Bongan, Komite/Tim Pengembang SDN 010 Bongan, Kepala Sekolah, Guru dan Siswa SD, SMP, SMA/K se kecamatan Bongan.


Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini merupakan agenda tahunan di SDN 010 Bongan sejak tahun 2011. Hal ini sebagai bentuk komitmen dan kepedulian SDN 010 Bongan dalam hal menyebarluaskan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Selain itu kegiatan Lokakarya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional turut pula dihadiri Bapak Andrianus Hendro Triatmoko, ST.MT (Widyaprada Ahli Madya LPMP Kalimantan Timur) dan Mochamad Saleh (Ketua Yayasan Pemulih Nusantara) sebagai narasumber acara. Kegiatan Lokakarya ini berlangsung secara tatap muka dan virtual lewat room Zoom Meeting di SDN 010 Bongan.


Selain kegiatan Lokakarya semarak Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021 juga di isi dengan kegiatan Pameran, Lomba Mewarnai dan Lomba Fotografi Tingkat SDN 010 Bongan dan tingkat Kabupaten Kutai Barat. Adapun tema yang di usung yaitu “Flora dan Fauna Abadi di Balik Lensa”. Dalam perlombaan ini puluhan Sekolah dari Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK se Kabupaten Kutai Barat ikut berpartisipasi.


Suksesnya penyelenggaraan kegiatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021 tidak lepas dari dukungan semua pihak terutama dari WWF Indonesia, Bankaltimtara Capem Bongan, dan AMJ Foundation selaku sponsor utama kegiatan. Adapun hadiah yang dipersembahkan untuk para pemenang lomba diantaranya Piala, Sertifikat, dan Goody Bag.