EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Tumbuh di batang Ulin"

Benih-benih pohon tumbuh di sela-sela batang pohon ulin yang telah mati. Kayu Ulin itu masih bisa ditemukan di kawasan kebun milik  SDN 010 Bongan

(Foto: Rif'at Syauqi - Pelajar SDN 10 Bongan)

“Bunga Rumput Liar"

Sejumlah bunga rumput liar mirip bunga Anggrek, di temukan di depan ruang kelas 3 SDN Mekartani. Jenis rumput liar ini berbunga setiap hari secara bergantian. 

(Foto: Sri Maryati - Guru SDN Mekartani)

“Kampung Resak"

Kehidupan sore hari di kampung Resak Lama, di wilayah kecamatan Bongan, Kutai Barat. Suasananya yang asri dan warganya yang ramah. Hampir sebagian besar kampung unik itu didiami oleh keturunan suku dayak.

(Foto: Aji Nukhsyahbandi - Guru SDN 10 Bongan)

“Kelompok Musik"

Sekelompok pemusik tradisional bersiap menyambut kedatangan tamu pengantin laki-laki dalam adat pernikahan suku Dayak Lengilu di Desa Tanjung Lapang, Kec. Malinau Barat, Kalimantan Utara.

(Foto: Paksual - Guru SDN 002 Malinau Selatan Hilir)

“Melestarikan Adat"

Seorang siswa SDN 002 Malinau Selatan Hilir, berpose di dalam balai adat Desa Setulang. Upaya penyelamatan budaya Dayak Kenyah Oma Lung masih terus dilakukan warga setempat.

(Foto: Erlan - Pelajar SDN 002 Setulang Malinau Selatan Hilir)

“Panen Kacang"

Para petani desa Mekartani sedang memanen tanaman kacang tanah. Hasil ladang itu dipasarkan di sekitar desa atau dijual hingga ke wilayah kecamatan Mendawai

(Foto: Yasmin - Pelajar SDN Mekartani)

“Kolam Terpal"

Di SDN 010 Bongan terdapat kolam buatan yang dilapisi terpal, untuk memelihara ikan nila. Tempat ini sering dijadikan media pembelajaran bagi siswa tentang keseimbangan ekosistem.

(Foto: Kurnia Syahfira D. - Pelajar SDN 10 Bongan)

YAYASAN SEKOLAH ALAM DIGITAL - YSAD


Profile Sekolah Alam Digital adalah sebuah lembaga pendidikan non formal atau sekolah maya (virtual), bukan sebuah sekolah formal pada umumnya. Sekolah Alam Digital adalah suatu sekolah semu, tanpa siswa dan tanpa kelas. Karena itu kami tidak menerima siswa atau guru, apalagi melakukan kegiatan belajar atau mengajar formal seperti sekolah pada umumnya. Kegiatan utama kami adalah melakukan studi dan publikasi ESD (Education for Sustainable Development) atau dikenal dengan istilah PPB (Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan) dan akan ditingkatkan menjadi SDGs (Sustainable Development Goals) berdasarkan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kesepakatan pembangunan global.

Lembaga Pendidikan Sekolah Alam Digital didirikan oleh Bambang Parlupi, Roy Candra Yudha dan Marliana, pada tahun 2013. Kegiatannya mulai beroperasi secara mandiri, pada bulan April 2014 dengan meluncurkan situs www.sekolahalamdigital.org di bawah naungan YSAD (Yayasan Sekolah Alam Digital).

MISI

• Berusaha membantu memulihkan kerusakan alam dan lingkungan di planet bumi dan di wilayah Indonesia khususnya.

• Melakukan edukasi dan publikasi tentang lingkungan hidup dan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PPB).

• Menjadi wahana belajar bagi generasi muda serta masyarakat Indonesia agar memiliki nilai-nilai kepekaan tentang pelestarian lingkungan.  

• Menjadi media studi, edukasi dan publikasi bagi para pendidik dan guru serta sebagai sarana literatur dan bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah formal maupun lembaga pendidikan informal.

Program Kerja

Program kerja Sekolah Alam Digital periode 2015-2020 adalah:

• Melakukan studi dan kajian tentang lingkungan hidup, Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan kewirausahaan.

• Membuat dan menerbitkan materi serta publikasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup dalam bentuk digital (e-book), modul atau buku panduan, dan majalah elektronik (e-bulletin/e-magazine).

• Melakukan pelatihan-pelatihan tentang lingkungan hidup dan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PPB) serta pelatihan tentang kewirausahaan kepada masyarakat, pendidik dan pelajar.

• Mengimplementasikan kegiatan lingkungan kerakyatan menjadi nilai ekonomis

• Membentuk sekolah nyata tempat dilaksanakannya ajar mengajar