EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Gula Tebu Krayan"

Ibu-ibu PKK tergabung dalam kelompok tani di Long Umung memproduksi gula tebu secara sederhana. Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanis minuman dan juga campuran untuk membuat kue.

“Kerbau Berkubang"

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Krayan, kegunaannya yang sangat beragam mulai dari pengangkut kayu bakar dari hutan, transportasi, sebagai bahan pangan sampai pelengkap kegiatan seremonial adat maupun keagamaan.

“Sumber Daya alam Long Umung"

Long Umung kaya akan keragaman hayati, udara bersih dan segar serta tanah yang subur, sungai mengalir melintasi desa, dikelilingi pengunungan / bukit, air terjun dan sumbermata air bersih dan hutan. Produk khas dari desa ini adalah garam gunung, obat herbal dan padi adan yang di sukai oleh negara tetangga.

“Perkebunan Nanas"

Long Umung salah satu Lumbung Pangan di Krayan dikenal sebagai penghasil sayur dan buah-buahan lokal untuk kebutuhan sendiri dan dijual keluar desa. Long Umung memiliki tanah yang subur dan mudah ditanami sayur sayuran serta buah buahan lokal seperti perkebunan nanas, tebu, pisang dan manggis.

“Lokasi Long Umung"

adalah salah satu kawasan di Kec. Krayan Timur, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Daerah ini terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia. Disebut Lokasi Lung Umung karena  terdapat 7 desa lainnya bersama desa Long Umung yang merupakan desa berkembang.

YAYASAN SEKOLAH ALAM DIGITAL - YSAD


Yayasan Sekolah Alam Digital (YSAD) adalah lembaga swadaya masyarakat atau lembaga non formal yang bergerak di bidang pendidikan lingkungan. Kegiatannya melakukan studi serta publikasi dan mengumpulkan berbagai literasi tentang konservasi alam dan lingkungan hidup. YSAD juga bergerak dibidang dokumentasi visual serta audio visual serta membuat publikasi digital. Berbagai macam karya telah dihasilkan lembaga ini, seperti pembuatan film dokumenter, pembuatan website, buku-buku lingkungan, modul pembelajaran dan lain sebagainya. YSAD didirikan di Jakarta, tahun 2013 oleh Bambang Parlupi, Roy Candra Yudha dan Marliana. Dalam pergerakannya lembaga ini beroperasi secara mandiri dengan membentuk badan usaha.


MISI

• Berusaha membantu memulihkan kerusakan alam dan lingkungan di planet bumi dan di wilayah Indonesia khususnya.

• Melakukan edukasi dan publikasi tentang lingkungan hidup dan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PPB).

• Menjadi wahana belajar bagi generasi muda serta masyarakat Indonesia agar memiliki nilai-nilai kepekaan tentang pelestarian lingkungan.  

• Menjadi media studi, edukasi dan publikasi bagi para pendidik dan guru serta sebagai sarana literatur dan bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah formal maupun lembaga pendidikan informal.


PROGRAM KERJA

Program kerja Sekolah Alam Digital adalah:

• Melakukan studi dan kajian tentang lingkungan hidup, Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan kewirausahaan.

• Membuat dan menerbitkan materi serta publikasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup dalam bentuk digital (e-book), modul atau buku panduan, video serta majalah elektronik (e-bulletin/e-magazine).

• Melakukan pelatihan-pelatihan tentang lingkungan hidup dan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PPB) serta pelatihan tentang kewirausahaan kepada masyarakat, pendidik dan pelajar.

• Mengimplementasikan kegiatan lingkungan kerakyatan menjadi nilai ekonomis

• Membentuk sekolah nyata tempat dilaksanakannya ajar mengajar 


PERSONAL

BAMBANG PARLUPI   

Bambang Parlupi, kelahiran Jakarta 14 Mei 1973. Sejak duduk dibangku sekolah menengah aktif mengikuti kegiatan kepanduan dan penjelajahan alam. Saat dibangku kuliah, bergabung pada unit kegiatan mahasiswa pecinta alam, MAPALABI (Mahasiswa Pecinta Alam ABI-Jakarta). Pria pehobi kegiatan alam terbuka ini pernah mengenyam pendidikan di Fakultas FISIP Universitas Terbuka Jakarta, namun tidak tamat. Sejak tahun 1999 bergabung menjadi menjadi anggota World Wide Fund for Nature Indonesia (Kerabat WWF) sebagai volunteer.

Sejak tahun 2000 aktif menjadi pekerja jurnalis yang khusus mengangkat isu lingkungan dan dunia penjelajahan di beberapa media cetak seperti Majalah Kabar Bumi dan Berita Bumi. Tulisan serta foto-foto jurnalistiknya banyak ditayangkan di sejumlah media cetak nasional. 


Pernah menjadi kontributor lepas di koran Suara Pembahuan dan The Jakarta Post. Pada tahun 2006, karya jurnalistiknya di The Jakarta Post mendapat Anugerah Pesona Wisata 2005, Kategori Media Cetak Terbaik I, dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. 

Pada tahun 1999, penulis pernah menerbitkan buku panduan tentang jurnalistik lingkungan. Beberapa karyanya, berupa buku, buku panduan serta modul pendidikan lingkungan yang ditulis secara pribadi maupun bersama rekannya telah dipublikasikan secara mandiri. Sejak tahun 2013, penulis ikut serta merintis berdirinya situs www.pustakaborneo.org dan bertugas menjadi admin serta conten creator. Buah karya jurnalistiknya, berupa foto, news, feature, dan video dokumenter banyak menghiasi situs pustakaborneo.org.

Saat ini, penulis masih aktif berkecimpung di dunia alam terbuka dengan mendirikan Yayasan Sekolah Alam Digital (YSAD) yang berfokus pada bidang pendidikan lingkungan dan publikasi tentang alam, budaya dan sustainable development. Kegiatan saat ini adalah berwiraswasta dibawah naungan CV Citra Media Buana yang bergerak di bidang dokumentasi foto, video dokumenter dan disain grafis. Disela waktunya masih aktif membantu divisi pendidikan WWF Indonesia dalam program Leading The Change, yang bergerak tentang education for sustainable development dan sustainable village di kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo).


ROY CANDRA YUDHA

Roy Candra Yudha, adalah pria kelahiran Jakarta 1976 ini sudah tertarik dengan masalah lingkungan sejak mengikuti pelajar pecinta alam di SMA, kemudian melanjutkan studinya pada jurusan manajemen informatika di Universitas Gunadarma dan periklanan di STIKOM Prosia Jakarta.

Sejak tahun 1998, pria penggemar petualangan ini pernah bekerja di percetakan dan bermitra dengan beberapa agency periklanan dan Production House sebagai desainer grafis dan web, movie maker serta penulis. Di bidang publikasi juga telah membuat ratusan buku mulai dari menulis isi hingga layout berupa annual report, company profile, modul, guide book dan media publikasi lainnya.

Tidak sedikit hasil karyanya yang menjadi inspirasi bagi para penggiat usaha, para pengajar dan siswa, rekan bisnis, motivator perusahaan dan perfilman, karena terobosan dan ide cemerlangnya.

Tahun 1999 menjadi anggota Kerabat-WWF dengan banyak kegiatan volunter baik indoor maupun outdoor yang telah dilakukan bersama Team ESD WWF Indonesia. Pada tahun 2013 bersama rekannya mendirikan Yayasan Sekolah Alam Digital (YSAD) yang berorientasi pada publikasi lingkungan hidup, sustainable development dan budaya. Saat ini membantu program Leading the Change WWF Indonesia dalam merancang dan mengembangkan website serta media publikasi lainnya untuk kegiatan ESD & SDGs di kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo), Sumatera dan Papua.

Hingga kini di waktu senggangnya masih aktif dalam menjalankan usahanya dibidang foto dan videografi bersama mitra dengan lembaga lainnya. Inovasi dan penampilan baru akan terus dikembangkan dalam setiap hasil karyanya, kreasi yang baru ditekuninnya sekarang adalah restorasi foto dan digital art.