EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Gula Tebu Krayan"

Ibu-ibu PKK tergabung dalam kelompok tani di Long Umung memproduksi gula tebu secara sederhana. Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanis minuman dan juga campuran untuk membuat kue.

“Kerbau Berkubang"

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Krayan, kegunaannya yang sangat beragam mulai dari pengangkut kayu bakar dari hutan, transportasi, sebagai bahan pangan sampai pelengkap kegiatan seremonial adat maupun keagamaan.

“Sumber Daya alam Long Umung"

Long Umung kaya akan keragaman hayati, udara bersih dan segar serta tanah yang subur, sungai mengalir melintasi desa, dikelilingi pengunungan / bukit, air terjun dan sumbermata air bersih dan hutan. Produk khas dari desa ini adalah garam gunung, obat herbal dan padi adan yang di sukai oleh negara tetangga.

“Perkebunan Nanas"

Long Umung salah satu Lumbung Pangan di Krayan dikenal sebagai penghasil sayur dan buah-buahan lokal untuk kebutuhan sendiri dan dijual keluar desa. Long Umung memiliki tanah yang subur dan mudah ditanami sayur sayuran serta buah buahan lokal seperti perkebunan nanas, tebu, pisang dan manggis.

“Lokasi Long Umung"

adalah salah satu kawasan di Kec. Krayan Timur, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Daerah ini terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia. Disebut Lokasi Lung Umung karena  terdapat 7 desa lainnya bersama desa Long Umung yang merupakan desa berkembang.

CLUB SAHABAT BUMI BORNEO - CSBB


Club ini didirikan pada tanggal 24 Mei 2014 di Jambuk Makmur oleh Bapak Boby Rahman. Memiliki anggota awal sebanyak 11 orang yang berusia sekitar 10-11 tahun. Awalnya kegiatan anggota club ini adalah pendidikan lingkungan hidup. Di club tersebut semua anggota diajak untuk melakukan pola hidup 3-R (Reduce, Reuse dan Recycle).

Adapun kegiatan yang biasanya dilakukan adalah membuat kerajinan tangan dari berbagai sampah plastik, tempat pensil dari kaleng bekas yang dilapisi pelepah pisang yang sudah dikeringkan, membawa tempat air minum dimana pun berada, membuat kompos dari dedaunan, dan menanam aneka tanaman bunga di pekarangan rumah masing-masing. Sudah berjalan sekitar 5 bulan, kegiatan club ini sempat vakum selama lebih dari 1 tahun. Hal ini disebabkan oleh kesibukan pembinanya yang harus mempersiapkan sekolahnya untuk mengikuti lomba sekolah sehat tingkat kabupaten. Awal tahun 2016 club ini memulai kembali kegiatan setelah masuknya 7 orang anggota baru dari siswa SMP. Tahun 2017 sebanyak 24 orang siswa SMK mendaftar untuk menjadi anggota club.

Kegiatan yang semula pendidikan lingkungan hidup, mulai bertambah dengan masuknya program Kewirausahaan Hijau. Adapun program kewirausahaan hijau yang dilakukan adalah berkebun sayuran sehat, beternak ikan lele dan kambing, dan mendirikan kedai kopi yang diberi nama Kedai CSBB. Hingga saat ini kegiatan tersebut masih berjalan.