EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Gula Tebu Krayan"

Ibu-ibu PKK tergabung dalam kelompok tani di Long Umung memproduksi gula tebu secara sederhana. Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanis minuman dan juga campuran untuk membuat kue.

“Kerbau Berkubang"

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Krayan, kegunaannya yang sangat beragam mulai dari pengangkut kayu bakar dari hutan, transportasi, sebagai bahan pangan sampai pelengkap kegiatan seremonial adat maupun keagamaan.

“Sumber Daya alam Long Umung"

Long Umung kaya akan keragaman hayati, udara bersih dan segar serta tanah yang subur, sungai mengalir melintasi desa, dikelilingi pengunungan / bukit, air terjun dan sumbermata air bersih dan hutan. Produk khas dari desa ini adalah garam gunung, obat herbal dan padi adan yang di sukai oleh negara tetangga.

“Perkebunan Nanas"

Long Umung salah satu Lumbung Pangan di Krayan dikenal sebagai penghasil sayur dan buah-buahan lokal untuk kebutuhan sendiri dan dijual keluar desa. Long Umung memiliki tanah yang subur dan mudah ditanami sayur sayuran serta buah buahan lokal seperti perkebunan nanas, tebu, pisang dan manggis.

“Lokasi Long Umung"

adalah salah satu kawasan di Kec. Krayan Timur, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Daerah ini terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia. Disebut Lokasi Lung Umung karena  terdapat 7 desa lainnya bersama desa Long Umung yang merupakan desa berkembang.

Kegiatan ESD

WWF Indonesia-ESD Unit mulai mengembangkan konsep ESD sejak tahun 2009, sedangkan di dunia program Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan dimulai pada era 90-an. Dalam konsep ESD ada 3 aspek yang diterapkan yaitu aspek ekologi, sosial dan ekonomi yang ditekankan pada pendidikan. Penerapan PPB ini di sekolah tidak berdiri sendiri, tetapi masuk ke dalam mata pelajaran (terintegrasi) dan secara holistik. Proses demokratis ditempatkan dalam pembelajaran untuk mendukung para murid untuk meningkatkan kemampuan serta motivasi untuk memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan secara lokal dan global.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi tentang dampak pendampingan sekolah meliputi:

  • Pembelajaran di sekolah meliputi integrasi pembelajaran dan isu-isu 
  • Perubahan yang terlihat di sekolah dan komunitas
  • Rencana sekolah pasca masa pendampingan usai terkait perkembangan siswa, yang tidak hanya dalam aspek pembelajaran. Namun, lebih pada bagaimana siswa menghargai keberagaman biologi, sosial dan budayanya, dan tentunya persoalan lingkungan disekitarnya
  • Kemampuan guru, kepala sekolah dan siswa untuk berpikir kritis terhadap pembelajaran dan isu-isu di masyarakat
  • Partisipasi dan kontribusi komunitas di sekitar sekolah (orangtua, masyarakat sekitar, pemerintah daerah, pemangku kepentingan) dalam kegiatan-kegiatan di sekolah
  • Perencanaan dan kebijakan yang dikembangkan sekolah
  • Memberikan rekomendasi pada pengembangan program yang sama dimasa yang akan datang serta relevansinya untuk peningkatan kualitas sekolah di Indonesia