EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Serangga Hutan"

Aneka serangga liar ditemukan di sekitar Desa Setulang yang dikelilingi deretan bukit hijau berhutan tropis khas Kalimantan Utara. Keberadaan serangga di alam liar merupakan bagian penting dari khazanah keanekaragaman hayati di sekitar desa.

“Topeng Daun"

Siswa SDN 002 Malinau Selatan Hilir, Setulang, Kalimantan Utara sedang berpose dengan daun berukuran besar di hutan sekolahnya. Keberadaan hutan sekolah dapat menjadi sumber literatur atau pustaka alam yang hidup dan banyak menyimpan ilmu pengetahuan.

“Pendataan Tumbuhan"

Ada lebih dari seratus jenis pohon khas hutan hujan Kalimantan Utara yang tumbuh di areal seluas 5 hektare di Kawasan Hutan Sekolah SDN 002 Malinau Selatan Hilir. Rimba alaminya juga dihuni sejumlah fauna unik seperti aneka jenis burung, mamalia, berbagai macam serangga serta ditemukan sejumlah bangsa reptilia.

“Hutan Adat Tane' Olen"

Tane’ Olen adalah hutan hujan tropis di hulu Sungai Setulang yang masih alami. Sungai, bukit dan lembahnya berjejal aneka ragam fauna liar. Tanahnya subur, kaya akan humus dan menghasilkan mata air jernih yang mengalir menuju Sungai Setulang menuju ke pemukiman Dayak Kenyah Oma Lung.

“Belajar di Luar Kelas"

Pembelajaran di luar kelas adalah salah satu metode pembelajaran yang aktivitas belajarnya berlangsung di luar kelas, seperti: taman, perkampungan, kebun dan lain-lain dengan tujuan untuk melibatkan pengalaman langsung serta menantang semangat petualangan siswa agar lebih akrab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Bahaya Plastik Bagi Manusia dan Lingkungan

Selasa, 04 Agustus 2020

Plastik atau kemasan plastik sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Namun, plastik bukanlah produk yang sempurna dan aman bagi lingkungan. Ada banyak racun kimiawi yang terkandung dalamnya. Penelitian ilmiah terbaru telah memberi banyak alasan untuk berpikir secara hati-hati tentang bagaimana kita bijak menggunakan plastik. Berikut ini adalah sejumlah bahaya plastik dan bagaimana hal itu mempengaruhi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan serta alam, secara negatif, yaitu:

Efek dari zat endocrine

Hal negatif dari beberapa kandungan jenis plastik yang beredar adalah bahwa plastik mengandung zat endokrin. Efeknya adalah ketika terpapar masuk ke dalam tubuh manusia dapat mengubah fungsi hormonal yang normal. Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan dan media telah berjuang untuk menemukan jawaban atas misteri seperti pubertas sebelum waktunya, menurunnya tingkat kesuburan pada orang dewasa yang sehat, hiperaktif pada anak-anak, penggemukan, serta dapat menimbulkan kanker prostat dan kanker payudara.

Bahaya dari kandungan bisphenol A (BPA)

Salah satu zat berbahaya yang terkandung dalam plastik adalah bisphenol A (biasa disebut BPA). Menurut Laura N. Vandenberg, doktor Biologi Sel Molekuler dan perkembangan dan bekerja di Pusat Pengembangan dan Biologi Regeneratif di Tufts University, BPA adalah salah satu bahan kimia volume tertinggi yang diproduksi di seluruh dunia. Zat itu digunakan untuk memproduksi plastik polikarbonat dan resin epoksi. BPA ditemukan dalam banyak wadah minuman, lapisan dari sejumlah kaleng makanan dan minuman (termasuk kaleng soda), tutup botol, sendok garpu plastik, wadah penyimpanan makanan plastik, mainan, pipa air, lensa kacamata, dan banyak lagi. Polikarbonat sering dicampur dengan plastik lain untuk menciptakan produk seperti bahan ponsel, komponen mobil, peralatan elektronik, peralatan medis, dan barang-barang rumah tangga. Ada juga kandungan BPA dalam tinta printer, tinta surat kabar, dan tanda terima tanpa karbon.

Berbagai Masalah dari zat Phthalates

Phthalates mewakili kategori lain dari pengganggu endokrin. Digunakan untuk melunakkan plastik, bahan kimia ini muncul dalam produk plastik yang mengandung PVC, termasuk mainan anak-anak, produk perawatan pribadi (kosmetik, cat kuku, hair spray, deodoran, shampoo, sabun pencuci tubuh, parfum), penyegar udara, pembunuh serangga, deterjen serta produk pembersih lainnya. Ada juga terkandung dalam pelumas, produk vinil (tirai shower, jas hujan, lantai vinyl), peralatan medis (tabung, tas untuk cairan intravena, sarung tangan vinil. Karena phthalates tidak terikat erat dengan plastik, mereka dengan mudah bermigrasi dan menyerap ke makanan, air, udara, dan air liur. Phthalates hadir dalam urin, darah, air susu ibu, air liur, cairan ketuban, dan cairan sperma.

Mengganggu tingkat kesuburan

Banyak dari bahan kimia ini menyebabkan masalah karena mereka dapat meniru aksi estrogen alami. Estrogen asing ini, juga dikenal sebagai xenoestrogen, dapat mengganggu keseimbangan hormon normal, merangsang pertumbuhan dan perkembangan tumor reproduksi (payudara, rahim, prostat), mengganggu kesuburan, dan mengganggu kehamilan. Lebih buruk lagi, banyak yang bisa menyeberang plasenta untuk mempengaruhi janin dan masuk ke ASI. Bahan kimia seperti phthalates memiliki efek antiandrogenic, yang berarti mereka mengganggu testosteron dan hormone lain. Paparan terhadap zat ini mempengaruhi pertumbuhan kehidupan janin dan anak usia dini.

Plastik meningkatkan risiko penyakit asma pada anak

Studi telah lama meneliti hubungan antara paparan plasik dengan perkembangan tumbuh kembang anak. Sebuah study dari Universitas Columbia,AS, menemukan bahkan ada peningkatan risiko sebelum kelahiran. Para ilmuwan mempelajari kadar phthalate dari wanita hamil selama hampir satu dekade untuk mengembangkan gejala asma pada masa kehamilan. Suatu teori menunjukkan bahwa phthalate meningkatkan sensitivitas saluran napas, yang pada dasarnya membuka jalan bagi gejala asma.

Plastik mencemari sumber air

Diperkirakan ada lebih 13.000 lembar sampah plastik setiap kilometer persegi di lautan. Salah dan satu faktor besar untuk masalah ini adalah microbeads. Manik-manik plastik kecil di banyak produk perawatan pribadi hanyalah salah satu pencemaran lingkungan yang mencemari sumber air. Ekosistem laut, sungai dan danau akan terganggu pada pola rantai makanan di dalamnya.

Tabir surya yang berbahaya

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa oxybenzone, zat kimia populer yang ditemukan di banyak produk tabir surya, memiliki efek merusak pada terumbu karang. Menurut peneliatian hampir 6.000 ton tabir surya diserap oleh terumbu karang setiap tahun. Jadi pilihlah tabir surya yang tidak beracun tanpa oxybenzone sebelum berpergian.

Kepunahan spesies air

Akibat limbah plastik, spesies penghuni samudera seperti paus dan penyu banyak ditemukan mati setelah mencerna plastik yang dikira makanan. Sampah plastik yang terdampat di laut pun akan mematikan kehidupan plankton, yang merupakan sumber makanan bagi berbagai jenis spesies air. Para ilmuwan mengatakan sejumlah besar plastik di lautan dapat memiliki efek bioakumulasi pada jaring makanan.

Menghambat pertumbuhan tanaman

Tumpukan plastik yang tertimbun di tanah tidak hanya mempengaruhi kesuburan tanah akan tetapi sangat mempengruhi perkembangan tanaman di atasnya. Akar tumbuhan akan terkontaminasi dengan racun-racun yang berasal dari plastik dan akar tumbuhan terhambat menyerap nutrisi dari tanah. Selain itu, tumpukan plastik yang berceceran di tanah akan menghambat proses penyerapan air hujan ke dalam tanah. (Bambang Parlupi/YSAD/Juli2020)