EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Gula Tebu Krayan"

Ibu-ibu PKK tergabung dalam kelompok tani di Long Umung memproduksi gula tebu secara sederhana. Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanis minuman dan juga campuran untuk membuat kue.

“Kerbau Berkubang"

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Krayan, kegunaannya yang sangat beragam mulai dari pengangkut kayu bakar dari hutan, transportasi, sebagai bahan pangan sampai pelengkap kegiatan seremonial adat maupun keagamaan.

“Sumber Daya alam Long Umung"

Long Umung kaya akan keragaman hayati, udara bersih dan segar serta tanah yang subur, sungai mengalir melintasi desa, dikelilingi pengunungan / bukit, air terjun dan sumbermata air bersih dan hutan. Produk khas dari desa ini adalah garam gunung, obat herbal dan padi adan yang di sukai oleh negara tetangga.

“Perkebunan Nanas"

Long Umung salah satu Lumbung Pangan di Krayan dikenal sebagai penghasil sayur dan buah-buahan lokal untuk kebutuhan sendiri dan dijual keluar desa. Long Umung memiliki tanah yang subur dan mudah ditanami sayur sayuran serta buah buahan lokal seperti perkebunan nanas, tebu, pisang dan manggis.

“Lokasi Long Umung"

adalah salah satu kawasan di Kec. Krayan Timur, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Daerah ini terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia. Disebut Lokasi Lung Umung karena  terdapat 7 desa lainnya bersama desa Long Umung yang merupakan desa berkembang.

SDN 016 Bongan Semangat dari Pelosok

Bobo Online – Letaknya jauh di pelosok Kutai Barat, Kalimantan Timur. Meskipun jauh di pelosok, SDN 016 Bongan memiliki semangat untuk maju. SDN 016 Bongan terletak di Desa Pering Talik, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimatan Timur. Untuk mencapai sekolah ini, dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dari Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.

Jalanan menuju SDN 016 penuh tantangan. Berlubang-lubang, berkelok-kelok, dan naik turun. Mobil biasa akan mudah terperosok jika melewati jalanan itu tanpa strategi. Apalagi pada saat hujan! Tidak hanya jalannya yang penuh tantangan. Sekolahnya pun memprihatinkan. Awalnya, SDN 016 tidak punya berbagai macam fasilitas. Tidak ada toilet, perpustakaan, ruang kesehatan, dan sebagainya. Halaman sekolah pun tidak punya. Tanah di depan sekolah memang terbentang, tetapi itu bukan milik sekolah. Untunglah, keadaan itu sedikit demi sedikit berubah sejak ada kepala sekolah baru pada tahun 2014. Kepala sekolah itu namanya Pak Boby Rahman. Beliau perlahan-lahan memperbaiki keadaan sekolah.  

Misalnya; Pak Boby membangun toilet sendiri. Ia lalu mengajak warga di Desa Pering Talik untuk mengecat sekolah bersama-sama. Hasilnya, SDN 016 tampak rapi dan menyenangkan untuk menjadi tempat belajar 51 orang muridnya dan 6 orang gurunya. Meskipun masih banyak kekurangan, SDN 016 tetap semangat ingin memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya. Pak Boby, kepala sekolahnya, terus mengajak warga desa untuk ikut membangun sekolah dengan mandiri, tanpa bergantung bantuan dari pemerintah. Misalnya; mengajak warga menyumbang kayu untuk membuat meja dan kursi untuk anak-anak belajar di sekolah. Pak Boby juga menciptakan cara belajar yang aktif dan kreatif agar murid-muridnya lebih semangat belajar. Ia bahkan ingin murid-muridnya juga pandai berwirausaha seperti bertani dan beternak. SDN 016 Bongan letaknya memang jauh di pelosok negeri. Namun, sekolah itu terus berusaha untuk maju. Semangatnya bisa kita tiru, lo! Nara sumber : Bapak Boby Rahman, kepala sekolah SDN 016 Bongan

Foto : lita* Sumber: http://bobo.kidnesia.com/Bobo/Info-Bobo/Reportasia/SDN-016-Bongan-Semangat-dari-Pelosok

VIDEO TERKAIT

Media Trip SDN 016 Bongan

Media Trip SDN 016 Bongan, Kp. Pering Talik, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur dihadiri oleh media kompas, Republika, majalah Bobo, Kalitim Pos, Beritasatu.com pada 24 Februari 2016