EnglishFrenchGermanItalianJapaneseKoreanRussianSpanish

“Gula Tebu Krayan"

Ibu-ibu PKK tergabung dalam kelompok tani di Long Umung memproduksi gula tebu secara sederhana. Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanis minuman dan juga campuran untuk membuat kue.

“Kerbau Berkubang"

Kerbau merupakan salah satu jenis ternak penting di Krayan, kegunaannya yang sangat beragam mulai dari pengangkut kayu bakar dari hutan, transportasi, sebagai bahan pangan sampai pelengkap kegiatan seremonial adat maupun keagamaan.

“Sumber Daya alam Long Umung"

Long Umung kaya akan keragaman hayati, udara bersih dan segar serta tanah yang subur, sungai mengalir melintasi desa, dikelilingi pengunungan / bukit, air terjun dan sumbermata air bersih dan hutan. Produk khas dari desa ini adalah garam gunung, obat herbal dan padi adan yang di sukai oleh negara tetangga.

“Perkebunan Nanas"

Long Umung salah satu Lumbung Pangan di Krayan dikenal sebagai penghasil sayur dan buah-buahan lokal untuk kebutuhan sendiri dan dijual keluar desa. Long Umung memiliki tanah yang subur dan mudah ditanami sayur sayuran serta buah buahan lokal seperti perkebunan nanas, tebu, pisang dan manggis.

“Lokasi Long Umung"

adalah salah satu kawasan di Kec. Krayan Timur, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Daerah ini terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia. Disebut Lokasi Lung Umung karena  terdapat 7 desa lainnya bersama desa Long Umung yang merupakan desa berkembang.

Serunya Mendokumentasikan Fenomena Alam dan Budaya Kutai Barat

Senin, 18 Desember 2017

Sungguh pengalaman yang menarik dan seru mengikuti kegiatan pelatihan fotografi dan penulisan essay foto di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur. Selama tiga hari (Tanggal 20-22 November 2017) acara ini gelar pada dua lokasi yang berbeda. Pada pagi hari pelatihan dilakukan di SDN 010 Bongan, Desa Jambuk Makmur dengan lima orang peserta, perwakilan siswa kelas lima dan guru. Di siang hari dilanjutkan dengan pelatihan di Sekretariat Club Sahabat Bumi Borneo (CSBB), Kec. Bongan, Kabupaten Kutai Barat. Sebanyak 14 orang anggota CSBB ikut ambil bagian dalam pelatihan ini. Sebagai fasilitator pelatihan yaitu Roy Candra Yudha dan Bambang Parlupi yang berasal dari Yayasan Sekolah Alam Digital (YSAD), Jakarta.

Materi yang disampaikan selama 3 hari dalam bentuk pelajaran teori (30%) dan praktek lapangan (70%) yang dilakukan di dalam maupun di ruang kelas. Dihari pertama para peserta dibekali tentang teori dan praktek bagaimana memegang kamera, membidik objek foto, membuka berbagai fitur dan fasilitas yang ada di kamera serta praktek memotret benda serta manusia. Seluruh kegiatan dilakukan di dalam areal taman dan kebun sekolah SDN 010 Bongan dan di sekitar sekretariat CSBB. Acara pada hari pertama diakhiri dengan tugas memotret (Hunting photo), dengan tema kehidupan masyarakat di sekitar areal sekolah dan kawasan Desa Jambuk Makmur.

Pada hari kedua, materi yang disampaikan adalah bagaimana memotret tentang kehidupan alam terbuka (flora dan fauna) serta memotret alam (Landscape). Teori dan praktek pun langsung dilakukan di sekitar lokasi. Setelah hasil foto dikumpulkan dari para peserta, satu-per satu hasil jepretan dibahas dan diduskusikan bersama-sama. Tugas memotret atau mencari gambar pun dilakukan pada hari kedua ini. Pada pelatihan di SDN 010 Bongan, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk “berburu” gambar di sekitar sekolah, yaitu kelompok guru dan kelompoik murid. Sedangkan pada pelatihan bagi anggota CSBB, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok memegang kamera digital yang dipinjamkan fasilitator. Seluruh hasil foto pada hari itu dipersentasikan oleh para peserta, lalu didiskusikan bersama oleh fasilitator.

Materi pembuatan essay foto, atau menulis artikel atau keterangan foto dilakukan pada hari ketiga. Kelompok peserta dibagi tiga yaitu kelompok pemuda, guru serta siswa. Tugas kelompok adalah memilih foto-foto yang menarik dan baik. Hasil jepretan selama dua hari itu diberi keterangan foto yang mendukung gambar. Termasuk juga mencantumkan siapa orang yang memotretnya.

Serunya pada hari ketiga ini hunting dilakukan di luar desa dengan mengunjungi kawasan Tanjung Isuy, Kec. Muara Nayan, Kutai Barat, yang berada sekitar satu jam berkendaraan motor. Desa ini merupakan desa adat Dayak Benua. Warganya masih mempertahankan adat istiadat tradisional dalam kehidupan sehari-harinya. Begitu juga saat mengunjungi Desa Resak Lama, yaitu sebuah desa yang masih alami yang dihuni oleh keturunan suku Dayak Bahau. Banyak obyek unik dan menarik yang menjadi “hasil buruan” para peserta pelatihan. Konsep foto human interest yang bernuansa budaya lokal banyak didapat dari para peserta.

“Senang rasanya bisa belajar foto dengan konsep yang baik dan menarik. Selama ini kami hanya bisa selfie saja dan memotret gaya-gayaan. Ternyata tidak sembarangan dalam mendokumentasi kegiatan. Ada tehnik tertentu agar menghasilkan foto yang mampu mengandung cerita yang menarik,“ ujar Rusdiana (17), aktivis lingkungan dari Kutai Barat, anggota Club Sahabat Bumi Borneo. 

Semoga kegiatan “Cakrawala Borneo“ ini bisa menambah wawasan peserta tentang pentingnya mendokumentasikan kegiatan masyarakat, seni budaya dan fenomena alam yang terjadi di kawasan Kutai Barat dan sekitarnya. Sebagai generasi muda, ayo tunjukan bahwa lewat seni fotografi mampu berkreasi dan berekspresi bagi pentingnya pelestarian alam dan budaya masyarakat tradisional di Kalimantan Timur khususnya dan dimanapun berada. (Teks: Bparlupi dan Foto: Roycy).



Para peserta pelatihan belajar motret alam dan budaya di sekitar Kecamatan Bongan, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur.


Hasil foto para peserta didiskusikan bersama agar menghasilkan konsep foto yang menarik dan baik.

VIDEO TERKAIT

Serunya Mendokumentasikan Fenomena Alam dan Budaya Kutai Barat

Sungguh pengalaman yang menarik dan seru mengikuti kegiatan pelatihan fotografi dan penulisan essay foto di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur. Selama tiga hari (Tanggal 20-22 November 2017) acara ini gelar pada dua lokasi yang berbeda. Pada pagi hari pelatihan dilakukan di SDN 010 Bongan, Desa Jambuk Makmur dengan lima orang peserta, perwakilan siswa kelas lima dan guru. Di siang hari dilanjutkan dengan pelatihan di Sekretariat Club Sahabat Bumi Borneo (CSBB).